Tingkatkan Kualitas, Polisma Jalin Kerjasama dengan PT. AMI

Ketua Yayasan Unisma bidang Usaha Dr. Ir. Hj. Mudawamah, M.Si., Direktur Politeknik Unisma Ana Nuril S.T., M.T, Direktur PT AMI Alfan Imawan dan Ketua Yayasan Unisma bidang SDM dan Keagamaan KH. Drs. Ali Ashari, M.Pd setelah penandatanganan MOU.

Politeknik Unisma Malang (Polisma) terus meningkatkan kualitasnya. Terbaru, Polisma menjalin kerjasama dengan PT. Alfan Mechatronic Innovation (AMI).  Selasa (22/2) kemarin, dilakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) kedua lembaga.

Direktur Politeknik Unisma Ana Nuril S.T., M.T., menjelaskan, MoU ini merupakan kerjasama antara dunia pendidikan dengaj dunia industri. Sesuai dengan jurusan yang ada di Polisma, pihaknya harus memperbanyak kerjasama dengan industri khususnya yang bergerak di bidang kelistrikan dan mekanik komputer.

“Karena AMI ini industri, AMI akan terbantu dari projectnya. Sedangkan kita di Polisma akan membuat produknya sedangkan pihak AMI pun terbantu dengan SDM-nya dari kita,” jelas Ana.

Kerjasama itu, lanjut Ana, tentunya juga akan berdampak positif terhadap kualitas SDM yang ada di Polisma. Khususnya yang terkait dengan peningkatan kapasitas lulusan Polisma yang diharapkan menjadi Technopreneur Aswaja.

“AMI akan memberikan beberapa traatmen seperti pelatihan baik untuk dosen, pengajar hingga mahasiswa. Itu dididik menjadi seorang technopreneur. Lulus bukan mencari pekerjaan tapi membuat pekerjaaan. Sehingga tidak ada istilah lulusan vokasi menganggur,” tambahnya.

Dengan kerjasama itu pula, lanjut Ana, juga menjadi momentum bagi pihaknya untuk mewujudkan sebuah inovasi. Namun inovasi yang seperti apa rincinya, Ana masih merahasiakannya.

“Dalam waktu dekat akan membuat dan  menghasilkan suatu keunikan dari Polisma yang tidak dihasilkan kampus lain. Banyak produk terapan yang bisa dinikmati masyarakat sekitar. Itu akan segera launching dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Melalui kerjasama itu pula, Ana berharapa kedepan Polisma makin banyak menghasilkan banyak produk dan tenaga entrepereneur. Tentunya tenaga entrepreneur yang mengusung konsep Ahlus Sunah wal Jamaah.

“Harapannya ada technopreneur baru yang bisa inovatif dan peka terhadap perkembangan jaman. Sehingga kepekaan dan intuisi SDM Polisma selalu diasah,” tandasnya.

About the Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You may also like these