Upgrade Kualitas Hidup di Masa Pandemi Covid-19

Berita Dosen

Pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang luar biasa terhadap seluruh aspek kehidupan secara global. Dimulai dari aspek kesehatan dan ekonomi, yang kemudian meluas pada aspek pemerintahan, keagamaan, pangan dan pendidikan.

Belum munculnya tanda-tanda penurunan kasus Covid-19 pada masa bulan Ramadhan membuat kita harus terus meminta pertolongan Allah SWT agar selalu diberi kesabaran. Kita yakin pasti Allah SWT selalu memberikan hikmah dari sebuah kejadian. Artinya kita tetap harus terus ber-husnudzon kepada Allah SWT dan menjadikan peristiwa ini momentum untuk meng-upgrade kehidupan kita agar lebih baik yaitu dengan :

1.  Upgrage kehidupan ekologis

Polusi udara merupakan efek samping yang tidak terhindarkan dari meningkatnya aktifitas untuk memenuhi kebutuhan manusia yang semakin beragam. Polusi udara bersamaan dengan pencemaran lingkungan mebuat lapisan ozon semakin menipis atau yang populer kita kenal dengan pemanasan global. Namun hal yang saat ini terjadi sungguh berbeda yakni bumi mampu bernapas lebih dalam. Sebuah peristiwa yang telah menekan pergerakan manusia yang diakibatkan oleh makhluk mikroskopis yakni sebuah virus bernama Covid-19.

Kondisi ini memaksa manusia membatasi pergerakan aktvitasnya dengan melakukan Work From Home (WFH). Menurunnya pergerakan manusia di alam dan lingkungan luar ruangan secara signifikan mulai mengurangi secara drastis emisi gas rumah kaca, konsumsi bahan bakar fosil, lalu lintas udara, darat dan laut .

 Kondisi ini harusnya membuat kita merenung apakah pada saat Pandemi Covid-19 berakhir kondisi saat ini akan tetap ada. Mungkin bumi sedang memberi pesan bahwa bumi butuh istirahat untuk memulihkan lingkungan. Tinggal bagaimana kita meng-upgrade pola pikir dan pola hidup kita agar tetap menjaga kondisi bumi yang membaik meskipun Pandemi Covid-19 nanti telah berakhir.

2.  Upgrade kehidupan yang sehat

Sebelum ada Pandemi Covid-19 tidak semua orang familiar dengan hand-sanitizer. Mungkin dulu banyak yang merasa “lebay” apabila sering-sering menggunakan masker, hand-sanitizer dan cuci tangan. Kini semua orang tahu apa fungsi dan manfaat cuci tangan yang benar, hand-sanitizer dan masker. Kini orang berlomba-lomba untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mengingat daya tahan tubuh adalah “obat” penangkal efektif Covid-19. Orang pun tanpa disuruh mulai rajin berolahraga dan berjemur. 

Belajar dari Covid-19 membuat kita sadar bahwa manusia sangat rapuh. Kita menjadi semakin peduli terhadap kesehatan fisik dengan selalu menerapkan pola hidup bersih dan berupaya selalu menjaga kesehatan. Dari sisi kesehatan psikologis kita juga semakin rendah hati menyadari bahwa kekayaan, kekuasaan kita tidak akan berdaya menghadapi sebuah virus mematikan. Dengan demikian Covid-19 telah memaksa kita meng-upgrade pola kehidupan yang sehat.

3.  Upgrade kehidupan sosial-ekonomi

Ada perubahan solidaritas saat ini, dulu individualisme orang perkotaan begitu menonjol. Saat ini empati mereka makin meningkat untuk membantu korban ekonomi Covid-19. Aneka program donasi melalui media sosial berkembang secara spontan. Hal ini merupakan suatu kesadaran dan upaya menjaga roda perekonomian tetap berjalan. Karena jika perekonomian memburuk akan berdampak langsung kehidupan sosial masyarakat dimana keduanya saling berkaitan erat.

Meningkatkannya kriminalitas, kesenjangan sosial, akan menjadi masalah baru jika perekonomian terus merosot. Dan ini menjadi kesadaran bagi mereka yang mampu secara ekonomi untuk mencegah hal tersebut. Kita sadar bahwa kelebihan harta benda yang kita miliki merupakan hak orang-orang yang berkekurangan, dan pandemi ini menjadi moment yang tepat untuk berbagi. Tata kehidupan sosial ekonomi saat ini mewajibkan kita untuk meng-upgrade kehidupan sosial kita melalui berbagi rezeki ke sesama serta berbagi nasehat serta ilmu kesesama. 

4.  Upgrade kehidupan para pembelajar.

Adanya musibah ini mengharuskan kita untuk mengatur ulang cara pembelajaran. Pembelajaran yang sering kita lakukan untuk memecahkan permasalahan-permasalahan dilingkungan kelas sebenarnya bisa kita adaptasi dan diterapkan di dunia nyata. Mencari inovasi-inovasi baru untuk terus mencari ilmu di masa Pandemi Covid-19 merupakan saat yang tepat. Musibah ini juga ilmu bukan lagi menjadi unjuk kebanggaan tetapi ilmu untuk solusi. Karena itulah kesadaran para pembelajar makin meningkat untuk melakukan transformasi riset, yakni riset yang memiliki dampak bukan sekedar riset untuk riset. Dan kondisi saat ini para pembelajar telah terbukti telah banyak meng-upgrade keilmuannya. 

5.  Upgrade kehidupan spiritual. 

Ramadhan tahun ini sangat berbeda dikarenakan terjadi di masa Pandemi Covid-19. Kondisi ini membuat upgrade kehidupan spiritual makin sempurna. Refleksi spiritual yang paling utama adalah bahwa kita ternyata bukanlah siapa-siapa. Untuk menghindari virus sekecil ini kita tidak berdaya. Ilmu yang kita miliki benar-benar hanya setetes air di lautan. 

Disinilah kesadaran meng-upgrade kehidupan spiritual kita harus tumbuh. Semua tidak mungkin terjadi tanpa kehendak Allah SWT. Berakhirnya pandemi juga mesti dengan campur tangan Allah SWT . Namun intervensi Allah SWT untuk memulihkan keadaaan juga melalui proses-proses yang obyektif. 

Allah SWT meminta kita tidak sombong dengan ilmu yang kita miliki, sehingga kita dengan rendah hati dan belajar untuk menemukan cara pengobatan Covid-19. Allah SWT meminta kita untuk saling menolong, menjaga alam dan bersyukuri atas nikmat yang telah Dia berikan. 

Marilah meng-upgrade pola kehidupan kita dimasa Pandemi Covid-19 sebagai ikhtiar dan sikap tunduk kita pada QS. Ar-Ra’d:11 “: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sebelum kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada pada diri mereka”.  Mungkin inilah cara Allah SWT meminta kita untuk meng-upgrade tata kehidupan kita, agar kita makin bersyukur atas nikmat alam, nikmat kesehatan, nikmat ilmu dan nikmat iman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *